Selasa, 18 Desember 2018
Senin, 22 Oktober 2018
Selasa, 09 Februari 2016
Senin, 08 Februari 2016
Cara Menghapus Windows.old Pada Partisi
Cara Menghapus Windows.Old Mungkin diantara Teman-teman ada yang masih belum tau, Apa yang dimaksud dengan Windows old ? Jika teman-teman menginstall Windows 8 di Komputer atau Laptop dimana sebelumnya kamu telah menginstal Windows 7 , Maka Windows 8 yang kalian install tidak akan langsung menimpa atau menghapus Windows 7. Disini Windows 8 yang kalian install hanya menggantikan posisinya sebagai sistem operasi utama dan memindahkan folder Windows 7 yang lama ke folder "Windows.old" di Drive :C. Sehingga Ukuran atau kapasitas partisi hardisk yang digunakan cukup banyak karena Windows lama masih tersimpan di Komputer atau Windows. Jika kalian berencana menggunakan Windows 8 dan membuang Windows 7, maka folder windows.old tidak lagi dibutuhkan. Kalian bisa menghapus folder Windows.old tersebut agar free space di partisi system kalian lebih banyak dengan cara berikut :
Menghapus folder Windows.old menggunakan Disk Cleanup Wizard
Menghapus folder Windows.old menggunakan Command Prompt
Jika ada folder Windows.old lain pada drive C yang ingin Anda hapus, ulangi langkah-langkah di atas dan "ganti 'Windows.old' dalam perintah" dengan nama folder tertentu.
- Pertama Tekan tombol shortcut Windows +R pada Keyboard, lalu ketikkan Cleanmgr.
- Pilih lokasi drive tempat Windows 8 diinstal dan klik OK.
- Maka Disk Cleanup akan melakukan scan drive dan menampilkan daftar file, termasuk instalasi file Windows sebelumnya dan ruang disk yang akan di restore dengan menghapusnya.
- Lalu Pilih “Previous Windows Installation” dan klik OK agar Windows menghapusnya dengan aman.
Berikut juga Beberapa Cara Lengkap Cara menhapus Window.old yang lainnya
- Buka drive C
- Klik kanan di tempat kosong, lalu klik "Properties"
- Setelah jendela Properties muncul klik "Disk Clean-up"
- Tunggu proses kalkulasi selesai.
- Setelah proses kalkulasi selesai maka akan muncul jendela Disk Clean-up. Klik "Clean Up System Files"
- Jika jendela UAC muncul, klik "YES". Lalu tunggu proses kalkulasi sampai selesai.
- Jika proses kalkulasi selesai maka akan muncul jendela Disk Clean-up, tandai "Previous Windows Installation(s)" dan klik "OK".
- Klik "Delete Files"
- Tunggu proses penghapusan hingga selesai
- Selesai, Restart Windows Anda
- Lalu klik dua kali "Disk Cleanup"
- Pilih drive yang terdapat folder Window.old, lalu klik OK.
- Tunggu hingga loadingnya selesai
- Jika sudah selesai maka akan muncul seperti ini dan klik "Clean up system files"
- Tunggu prosesnya sampai selesai. Jika sudah Akan muncul seperti ini
- Pilih lagi drive yang terdapat folder Windows.old seperti sebelumnya dan klik "OK"
- Tunggu prosesnya hingga selesai. Jika sudah maka akan muncul tampilan seperti dibawah, lalu centang lah"Previous Windows Instalation(s)" lalu klik OK.
- Klik "Delete Files"
- Tunggu Proses penghapusan hingga selesai.
- Jika sudah selesai Restart komputer Anda.
Menghapus folder Windows.old menggunakan Command Prompt
Langkah ini digunakan jika nama folder Windows.old sudah Anda ubah.
- Tekan tombol Windows+X, klik Command Prompt (Admin)
- Jika jendela UAC muncul, klik "Yes"
- Setelah jendela Command Prompt muncul ketik takeown /F C:\\Windows.old\\* /R /A dan tekan tombolEnter pada keyboard.
- Anda harus mendapatkan pesan sukses yang menyatakan bahwa Anda diberi kepemilikan grup administrator untuk folder, sub-direktori, dan semua file dalam folder tersebut.
Ketik perintah ini cacls C:\\Windows.old\\*.* /T /grant administrators:F pada prompt dan tekan "Enter." - Prompt akan meminta konfirmasi, tekan 'Y dan Enter'
- Anda kini diberikan hak penuh untuk semua file dan folder.
- Ketik perintah ini rmdir /S /Q C:\\Windows.old\\ dan tekan "Enter."
Jika ada folder Windows.old lain pada drive C yang ingin Anda hapus, ulangi langkah-langkah di atas dan "ganti 'Windows.old' dalam perintah" dengan nama folder tertentu.
Semoga Bermanfaat.
Fandi Kecil
Facebook " Fandi Kecil "
Cara Pengisian Entri KK pada Prodeskel ( Profil desa dan kelurahan)
Assalamu Alikum Wr.Wb...
Berikut ini adalah cara mudah mengisi profil desa dan kelurahan tampilan baru, untuk mengisi kepala keluarga
Pertama, buka alamat website: Prodeskel.Pmd.Kemendagri.go.id atau klik disini
Kedua, klik Masuk. Lihat gambar di bawah ini
Keenam, tunggu sebentar, akan muncul tampilan seperti di bawah ini
Tutorial Mengisi Profil Desa dan Kelurahan Tampilan Baru
Pertama, buka alamat website: Prodeskel.Pmd.Kemendagri.go.id atau klik disini
Kedua, klik Masuk. Lihat gambar di bawah ini
Ketiga, masukkan kode registrasi dan kata sandi yang sebelumnya telah diberikan. Jika lupa kode registrasi atau kata sandi, silahkan hubungi Operator Kabupaten
Keempat, klik kirim, tunggu sebentar. Jika kode dan kata sandi benar, maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini
Kelima, silahkan lihat menu-menu yang ada. Kami contohkan untuk mengisi Kepala Keluarga, Klik DDK -> entry data. lihat gambar dibawah ini
Ketujuh, klik KK Baru, tunggu sebentar, akan muncul form isian untuk KK tersebut
Kedelapan, perhatikan yang bertanda bintang. Form isian bertanda bintang adalah form isian yang wajib diisi. Jika anda tidak mengisinya, maka data tersebut tidak dapat disimpan. Isi sesuai data yang ada, kemudian klik simpan. Selesai
Demikian Tutorial Cara Mudah Mengisi Profil Desa dan Kelurahan Tampilan Baru. Semoga bermanfaat
Fandi Kecil
Cara Menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal
Cara Menentukan / Menetapkan KKM
(Kriteria Ketuntasan Minimal) SD, SMP, SMA/SMK
Edukasippkn.com –
Untuk Menentukan KKM dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata
peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi
warga sekolah/madrasah, sarana dan prasarana dalam menyelenggarakan.
Satuan pendidikan
diharapkan meningkatkan kriteria Ketuntasan Belajar secara terus menerus untuk
mencapai kriteria ketuntasan ideal.
Kriteria Ketuntasan
Minimal (KKM) dijadikan dasar patokan nilai terendah dalam penilaian peserta
didik. Jika peserta didik mampu mendapatkan nilai di atas KKM maka dianggap
peserta didik tersebut telah tuntas atau menguasai kompetensi yang dipelajari.
Sebaliknya jika ditemukan peserta didik mendapat nilai di bawah KKM berarti
perlu adanya perbaikan.
Dalam menentukan KKM mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya: tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi dasar, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.
Sekolah diharapkan
meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai
kriteria ketuntasan ideal. Yang harus diperhatikan dalam menentukan KKM adalah
jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran setiap kelas. Selain itu,
tentukan kemampuan atau nilai untuk setiap aspek (komponen) KKM, sesuaikan
dengan kemampuan sebenarnya.
1.
Aspek Kompleksitas
Semakin komplek
(sulit) KD maka nilainya semakin rendah tetapi semakin mudah KD maka nilainya
semakin tinggi. Ini bisa dilihat dari indikator atau tujuan pembelajaran dari
kompetensi tersebut.
Aspek Kompleksitas
(kesulitan dan kerumitan) ini ditentukan bila dalam pelaksanaan pencapaiaan
kompetensi menurut hal-hal sebagai berikut :
a. Pemahaman SDM,
seperti: memahami kompetensi yang harus dicapai siswa dan memiliki pengetahuan
dan kemampuan sesuai bidang studi.
b. Daya kreativitas dan
inovasi dalam melaksanakan pembelajaran.
c. Waktu yang diperlukan
untuk pencapaian kompetensi (menggunakan metode yang berpariasi)
d. Daya nalar dan
kecermatan siswa yang tinggi.
e. Latihan khusus dengan
bantuan orang lain.
f. Semakin kompleks atau
sukar Kompetisi Dasar(KD) maka nilainya semakin rendah, tetapi semakin mudah KD
maka nilainya semakin tinggi.
2.
Aspek Sumber Daya Pendukung
Semakin tinggi sumber
daya pendukung maka nilainya semakin tinggi, sebaliknya jika sumber daya
pendukung seperti sarana dan prasarana tidak mendukung nilainya semakin rendah.
Aspek daya dukung ini meliputi
Ketersediaan tenaga SDM (sumber daya manusia) maupun Sarana dan prasarana
pendidikan yang sangat dibutuhkan misalnya : biaya operasional pendidikan
(BOP), Manajemen Sekolah/Madrasah, serta kepedulian stakeholdersekolah/madrasah.
3.
Aspek Intake
Intake adalah
kemampuan awal peserta didik, bisa dilihat dari hasil sebelumnya atau pre test.
Semakin tinggi rata-rata kemampuan awal peserta didik maka nilainya semakin
tinggi.
Kemampuan rata-rata
yang dimiliki siswa untuk mencapai kompetensi : Hasil seleksi PSB, SKHU, dan
nilai Rapor.
Nilai KKM setiap KD
diperoleh dari rata-rata nilai ketiga aspek di atas. Misalnya sebuah KD
ditentukan nila kompleksitasnya 70, sumber daya pendukung 60, dan intakenya 80
maka nilai KKM dari KD tersebut adalah 70 [(70+60+80)/3=70]. Sedangkan untuk
menentukan KKM mata pelajaran yaitu dengan menjumlahkan seluruh KKM KD, lalu
dibagi dengan jumlah KD (rata-ratanya).
KKM setiap mata
pelajaran pada setiap kelas tidak sama tergantung pada kompleksitas KD, daya
dukung, dan potensi peserta didik. Begitu pun juga dengan setiap kelas / bidang
studi, tidak sama dan ditentukan oleh masing-masing guru kelas atau guru bidang
studi.
Demikian petunjuk /
panduan cara menentukan / menetapkan KKM (Kriteria Kelulusan Minimal) SD, SMP,
SMA/SMK. Semoga bermanfaat.
Minggu, 08 Juni 2014
Keanekaragaman hayati
Keanekaragaman hayati
A.
Pengertian Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman
hayati merupakan pernyataan mengenai berbagai macam (variasi) bentuk,
penampilan, jumlah, dan sifat yang terdapat pada berbagai tingkatan makhluk
hidup.
Menurut UU No.
5 tahun 1994, keanekaragaman hayati merupakan keanekaragaman di antara makhluk
hidup dari semua sumber, termasuk di antaranya daratan, lautan, dan ekosistem
akuatik (perairan) lainnya, serta komplek-komplek Ekologi yang merupakan bagian
dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies
dengan ekosistem. Berdasarkan definisi dari undang-undang tersebut,
keanekaragaman hayati terdiri atas tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen,
keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.
B.
Tingkat Keanekaragaman Hayati
1.
Keanekaragaman Tingkat Genetik ( gen )
Gen merupakan
faktor pembawa sifat keturunan yang terdapat dalam kromosom. Setiap susunan gen
akan memberikan penampakan ( fenotipe ), baik anatomi maupun fisiologi
pada setiap organisme.
Perbedaan
susunan gen akan menyebabkan perbedaan penampakan baik satu sifat atau secara
keseluruhan. Perbedaan tersebut akan menghasilkan variasi pada suatu spesies.
Hal ini disebabkan adanya keanekaragaman gen atau struktur gen pada setiap
organisme.
Keanekaragaman
tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dalam satu jenis
(spesies).
misalnya :
variasi jenis
kelapa : kelapa gading, kelapa hijau, kelapa kopyor
variasi jenis
padi : IR, PB, Rojolele, Sedani, Barito, Delangu, Bumiayu, dan sebagainya
variasi jenis
anjing : anjing bulldog, doberman, Collie, herder, anjing kampung, dan
sebagainya
variasi jenis
bunga mawar : Rosa gallica, Rosa damascene, Rosa canina
Allium
ascolicum (bawang merah),
Allium sativum (bawang putih), Allium fistulosum (locang)
Yang menyebabkan
terjadinya variasi dalam satu jenis ( fenotif ) adalah faktor gen ( genotif
) dan faktor lingkungan ( environment ), sehingga dapat dituliskan rumus
berikut :
F = G + L
F =
fenotip (sifat yang tampak)
G =
genotif (sifat yang tidak tampak – dalam gen)
L =
lingkungan.
Jika Genotip
berubah karena suatu hal ( misalnya mutasi) atau lingkungan berubah maka
akan terjadi perubahan di Fenotip.
2.
Keanekaragaman Tingkat Species (Jenis)
Dua makhluk
hidup mampu melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil (mampu
melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan) maka kedua makhluk hidup
tersebut merupakan satu spesies.
Keanekaragaman
hayati tingkat jenis menunjukkan keanekaragaman atau variasi yang terdapat pada
berbagai jenis atau spesies makhluk hidup dalam genus yang sama atau familia
yang sama. Pada berbagai spesies tersebut terdapat perbedaan-perbedaan sifat.
Contoh :
famili Fellidae
: kucing, harimau, singa
famili Palmae :
kelapa, aren, palem, siwalan, lontar
famili Papilionaceae
: kacang tanah, kacang buncis, kacang panjang, kacang kapri
familia
graminae : rumput teki, padi, jagung
genus Ipomoea :
ketela rambat (Ipomoea batatas) dan kangkungan (Ipomoea
crassicaulis)
genus Ficus :
pohon beringin (Ficus benjamina) dan pohon Preh (Ficus ribes)
3.
Keanekaragaman Tingkat Ekosistem
Ekosistem
berarti suatu kesatuan yang dibentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk
hidup (komponen biotik) dan lingkungannya (komponen abiotik). Setiap ekosistem
memiliki ciri-ciri lingkungan fisik, lingkungan kimia, tipe
vegetasi/tumbuhan, dan tipe hewan yang spesifik. Kondisi lingkungan makhluk
hidup ini sangat beragam. Kondisi lingkungan yang beragam tersebut menyebabkan
jenis makhluk hidup yang menempatinya beragam pula. Keanekaragaman seperti ini
disebut sebagai keanekaragaman tingkat ekosistem.
Faktor abiotik
yang mempengaruhi faktor biotik di antaranya adalah iklim, tanah, air, udara,
suhu, angin, kelembapan, cahaya, mineral, dan tingkat keasaman. Variasi faktor
abiotik menimbulkan kondisi berbeda pada setiap ekosistem. Untuk mengetahui
adanya keanekaragaman hayati pada tingkat ekosistem, dapat dilihat dari satuan
atau tingkatan organisasi kehidupan di tempat tersebut..
Secara garis
besar, terdapat dua ekosistem utama, yaitu ekosistem daratan (eksosistem
terestrial) dan ekosistem perairan (ekosistem aquatik). Ekosistem
darat terbagi atas beberapa bioma, di antaranya bioma gurun, bioma padang
rumput, bioma savana, bioma hutan gugur, bioma hutan hujan tropis, bioma taiga,
dan bioma tundra.
Bioma diartikan
sebagai kesatuan antara iklim dominan dan vegetasi serta hewan yang hidup di
dalam iklim dominan tersebut. Bisa juga diartikan suatu daratan luas yang
memiliki karakteristik komponen biotik dan abiotik.
Adapun
ekosistem perairan dapat dibagi menjadi ekosistem air tawar, ekosistem laut,
ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, dan ekosistem terumbu karang.
Pembahasan mengenai ekosistem dapat anda pelajari lebih jelas pada Bab
Ekosistem.
Keanekaragaman
ekosistem terbentuk dari keanekaragaman gen dan jenis, sehingga dapat
digambarkan suatu urutan berikut :
Gen ——>
keanekaragaman gen ——> keanekaragaman jenis ——>
keanekaragaman ekosistem
Misal
:
Beberapa
spesies Palmae (kelapa, siwalan, dan aren berinteraksi dengan lingkungan
abiotik yang berbeda sehingga terbentuk ekosistem yang berbeda pula diantara
ketiga spesies tersebut. Kelapa di ekosistem pantai, siwalan di ekosistem
savana, dan aren di ekosistem hutan basah
MANFAAT
KEANEKARAGAMAN HAYATI
1. sebagai sumber pangan
2. sebagai sumber sandang
3. sumber bahan bangunan dan alat-alat
rumah tangga
4. sumber pendapatan
6. sumber keilmuan / penelitian
5. sebagai alat musik
7. sumber bahan obat-obatan
1.
Ciri – ciri Umum
Disebut
tumbuhan berbiji karena menghasilkan biji, dan termasuk tumbuhan kormophyta
(memiliki akar, batang, dan daun sejati), dan menghasilkan bunga sehingga
disebut Anthophyta.
Memiliki
plastida yang mengandung klorfil a dan b, sehingga bersifat autotrof.
Termasuk sel
eukariotik dan mempunyai dinding sel yang tersusun dari selulose,
hemiselulose, lignin.
Merupakan
organisme bersel banyak (multiseluler)
Memiliki berkas
pengangkut, berupa xylem (mengangkut air dan mineral dari tanah) dan floem
(mengangkat zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh).
2.
Perkembangbiakan (reproduksi)
Perkembangbiakan
secara generatif/seksual dengan membentuk biji yang diawali dengan pembentukan
gamet (gametogenesis), penyerbukan (polinasi), peleburan gamet
jantan dan betina (fertilisasi) yang menghasilkan Misal, kemudian
menjadi embrio.
Perkembangan
secara vegetatif/aseksual dengan organ-organ vegetatif (tunas, tunas adventif,
rhizoma, stolon).
3.
Klasifikasi Spermatophyta
Tumbuhan
Spermatophyta dibedakan menjadi 2 golongan (sub devisio), yaitu :
a.
Gymnospermae (Tumbuhan biji terbuka)
Disebut biji
terbuka karena biji tidak tertutup oleh daging buah. Umumnya memiliki struktur
daun tebal, banyak cabang, tudung daun membentuk konifer/kerucut. Belum
memiliki bunga sesungguhnya. Reproduksi generatif terjadi satu kali
pembuahan (pembuahan tunggal) yang menghasilkan zygot. Waktu antara penyerbukan
dan pembuahan berlangsung relatif lama.
Gymnospermae
dibedakan menjadi beberapa kelompok , yaitu :
Cycadophyta/Cycadales,
batang tidak bercabang, daun-daun majemuk tersusun sebagai tajuk di pucuk
pohon. Contoh : Cycas rumpii (pakis haji).
Pinophyta/Coniferales,
memiliki tudung daun berbentuk kerucut (konifer), alat reproduksi berupa
strobilus (pada jantan maupun betina), daun berbentuk jarum. Contoh : Aghatis
alba (damar), Cupressus sp, Araucaria sp, Juniperus sp, Pinus merkusii
Gnetophyta/Gnetales,
batang memiliki banyak cabang, daun tunggal berhadapan, bunga berkelamin
tunggal.Misal : Gnetum gnemon (mlinjo)
Ginkophyta,
pohon dengan tunas pendek, daun berbentuk pasak/kipas dan bertangkai daun.
Merupakan tumbuhan asli di negara Tiongkok.
b.
Angiospermae (Tumbuhan biji tertutup)
Disebut biji
tertutup karena biji terbungkus oleh daging buah. Memiliki alat reproduksi
berupa bunga sempurna (benangsari, putik, bakal buah, bakal biji, mahkota,
kelopak, dan tangkai). Reproduksi generatif mengalami dua kali pembuahan
(pembuahan ganda) yang menghasilkan zygot (pembuahan inti generatif/sperma
dengan ovum) dan endosperm (pembuahan inti generatif/sperma dengan kandung lembaga
skunder).
Angiospermae
dibedakan menjadi 2 kelas, yaitu :
1) Kelas Monokotiledonae (Biji berkeping satu)
Umumnya berupa
tumbuhan herba semusim atau setahun, memiliki kotiledon tunggal/berkeping satu,
batang tidak bercabang / bercabang sedikit dan tidak memiliki kambium, berkas
pengangkut tersusun tidak teratur (tersebar), tipe kolateral tertutup, tulang
daun melengkung/sejajar, memiliki akar serabut, Bunga memiliki bagian-bagian
dengan kelipatan 3, bentuk bunga tidak beraturan, dan warna tidak mencolok.
Terdiri dari
beberapa famili :
Liliaceae,
Misal : Lilium sp (lilia), Alium cepa (bawang besar), Alium
sativum (bawang putih), Alium ascolonicum (bawang merah).
Palmae
(keluarga palem), Misal : Cocos nucifera (kelapa), Phoenix sp (kurma)
Graminae (keluarga
rumput-rumputan), Misal : Oryza sativa (padi), Zea mays (Jagung),
rumput, bambu, dan sebagainya.
Orchidaceae
(keluarga anggrek), Misal : Cattleya sp, Dendrobium sp, Arundina sp,
Epidendrum sp, Vanilia planifolia (vanili).
2)
Kelas Dikotiledonae (Biji berkeping dua)
Umumnya berupa
tumbuhan menahun (berkayu), memiliki kotiledon ganda/berkeping dua, umumnya
batang bercabang, memiliki kambium, berkas pengangkut tersusun secara teratur
(bersebelahan), tipe kolateral terbuka, tulang daun menjari/menyirip,
memiliki akar tunggang, Bunga memiliki bagian-bagian dengan kelipatan 4 atau 5,
bentuk bunga beraturan, dan umumnya memiliki warna mencolok
Terdiri dari
beberapa familia, yaitu :
Caryophyllaceae,
Misal : Dianthus chinensis.
Magnoliaceae,
Misal : Magnolia grandiflora (cempaka putih).
Rosaseae, Misal
: Rosa hybrida ( bunga maqar)
Leguminoceae,
Misal : Leucena glauca (lamtoro), Parkia specinosa (petai), Tamarindus
indica (asam).
Malvaceae,
Misal : Hibiscus rosa-sinensis (bunga sepatu), Glossipium obtusifolium
(kapas).
Umbelliferae,
Misal : Centella asiatica (talas)
Solanaceae,
Misal : Solanum tuberosum (kentang), Orthosiphon grandiflorus (kumisal
kucing).
Compositae,
Misal : Ageratum sp (babandotan), Helianthus annus (bunga
matahari), Nicotiana tabaccum (tmebakau), Capsicum sp (cabe), Lycopersicum
esculentum (tomat), dan sebagainya
4.
Reproduksi Angiospermae
Reproduksi pada
tumbuhan angiospermae meliputi :
a.
Reproduksi Generatif
Dalam siklus
hidupnya ada beberapa tahapan, antara lain :
Gametogenesis,
yaitu pembentukan gamet (sel kelamin). Terjadi di bagian bunga.
Penyerbukan
(Polinasi), yaitu jatuhnya/melekatnya serbuk sari pada kepala putik (pada
Angiospermae) atau melekatnya serbuk sari pada bakal buah (Gymnospermae).
Macam
Penyerbukan :
1)
Berdasar asal serbuk sari
Autogami
(penyerbukan sendiri) yaitu bila serbuk sari berasal dari bunga yang sama (satu
bunga). Bila bunga belum mekar disebut kleistogami.
Geitonogami
(penyerbukan tetangga) bila serbuk sari berasal dari bunga lain tapi masih satu
individu.
Alogami ( xerogami
) atau penyerbukan silang, yaitu bila serbuk sari berasal dari individu lain
tapi masih dalam satu jenis.
Bastar
(hibridogami) , yaitu bila serbuk sari berasal dari yang lain jenis.
2) Berdasar Faktor yang membantu:
Anemogami,
yaitu penyerbukan dengan bantuan angin. Ciri bunga : serbuk sari kering,
lembut, banyak, tidak memiliki mahkota bunga.
Hidrogami,
yaitu penyerbukan dengan bantuan air.
Zoidiogami,
yaitu penyerbukan dengan bantuan hewan.
Kiropterogami ,
yaitu penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Ciri : bunga yang mekar di malam
hari.
Entomogami,
yaitu penyerbukan dengan bantuan serangga. Ciri : bunga yang menghasilkan
nektar / polen / madu.
Ornitogami,
yaitu penyerbukan dengan bantuan burung.
Malakogami,
yaitu penyerbukan dengan bantuan siput (molusca).
Antropogami,
yaitu penyerbukan dengan bantuan manusia. Ciri : bunga yang tidak mampu
melakukan penyerbukan sendiri. Hal ini disebabkan benang sari atau putik tidak
matang bersamaan. Protandri, yaitu bila benang sari masak lebih dahulu
daripada putik. Protogeni, yaitu bila putik masak lebih dahulu daripada
benang sari.
Pembuahan
(fertilisasi), yaitu proses peleburan gamet jantan (sperma) dengan gamet betina
(ovum).
Setelah
penyerbukan, sperma bergerak ke arah sel telur melalui buluh serbuk sari,
selanjutnya terjadi peleburan inti sel telur dan inti sperma di dalam ovula.
Ovula adalah struktur sporofit yang mengandung megasporangium dan gametofit
betina. Pembuahan antara gamet jantan dan betina akan menghasilkan embrio
(lembaga). Berdasarkan peristiwa itu, tumbuhan biji disebut juga embriophyta
siphonogama, yaitu tumbuhan yang memiliki embrio dan perkawinannya
terjadi melalui pembentukan suatu bulu. Embrio pada tumbuhan biji bersifat
bipolar (dwipolar), karena pada satu kutubnya akan tumbuh dan berkembang
membentuk batang dan daun, sedangkan kutub lain membentuk sistem perakaran.
Ada 2 macam
pembuahan pada tumbuhan berbiji :
Pembuahan
Tunggal (pembuahan yang terjadi satu kali pembuahan), yaitu peleburan
gamet jantan dan gamet betina yang menghasilkan embrio. Terjadi pada tumbuhan
Gymnospermae.
Pembuahan Ganda
(pembuahan yang terjadi dua kali pembuahan), yaitu :
peleburan inti
sperma >< ovum , menghasilkan zygot —> embrio.
peleburan inti
sperma >< kandung lembaga skunder , menghasilkan endosperm (untuk
cadangan makanan). Terjadi pada tumbuhan Angiospermae.
b.
Reproduksi Vegetatif
yaitu cara
reproduksi tanpa melalui perkawinan (fertilisasi) gamet
jantan dan betina. Sifat dari reproduksi vegetatif adalah
menghasilkan keturunan yang identik (sifat sama)
dengan induknya.
Reproduksi Vegetatif dapat terjadi secara :
Reproduksi Vegetatif dapat terjadi secara :
Alami,
cara perbanyakan yang dilakukan oleh organ vegetatif tumbuhan tanpa
bantuan manusia.Organ vegetatif yang berperan antara lain :
Rhizoma (rimpang/akar
tinggal), yaitu batang yang menjalar secara horisontal dalam tanah
menyerupai akar. Misal : bunga tasbih, kunyit, jahe, alang-alang.
Stolon
(geragih), yaitu batang yang menjalar di atas tanah. Misal : arbei (stroberi),
daun kaki kuda (Centela asiatica)
Umbi Lapis
(Bulbus), yaitu batang berukuran pendek yang dikelilingi daun berlapis-lapis.
Misal: bawang merah (Allium cepa).
Umbi Batang,
yaitu batang yang membengkak di dalam tanah. Misal : ubi jalar, kentang.
Tunas , yaitu
bagian batang yang memiliki bakal tunas. Misal : bambu, kelapa, dan sebagainya.
Daun ,
yaitu bagian tepi daun yang memiliki jaringan meristem. Misal : Cocor Bebek.
Kormus ,
yaitu pangkal batang yang membesar dan memiliki beberapa kuncup. Misal : bunga
tasbih, gladiol.
Buatan, yaitu
cara perbanyakan yang dilakukan oleh tumbuhan dengan bantuan
manusia. Macam reproduksi vegetatif secara buatan :
Mencangkok
Menempel
(okulasi)
Menyambung
Menyetek
Merunduk
Kultur Jaringan
Kultur jaringan
merupakan usaha perbanyakan tanaman dengan memanfaatkan sifat TOTIPOTENSI
. Totipotensi adalah kemampuan beberapa sel tanaman yang dapat tumbuh menjadi
individu baru.
5.
Peranan Spermatophyta
Sumber bahan
makanan (karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin)
Sumber bahan
minuman (jahe, teh, kopi)
Sumber bahan
sandang (rami, kapas)
Sumber bahan
bangunan (Mahoni, jati, meranti)
Sumber bahan
industri (pinus, karet)
Langganan:
Postingan (Atom)


.png)




















